Penetrasi Pengguna Internet di Indonesia serta Potensi kerugian yang dapat terjadi

Halo sobat yang udah g malas lagi, dalam artikel ini kita akan bahas mengenai keamanan komputer dan mengapa keamanan komputer merupakan salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan dalam kegiatan yang berhubungan dengan komputer.

Disadari atau tidak, saat inisetiap individu telah memiliki ketergantungan terhadap teknologi terutama dibidang informasi dan komputer. Sulit bagi kita untuk tidak terlibat dalam pemanfaatan teknologi. Menurut data survei tahun 2016 yang dikeluarkan oleh AsosiasiPenyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII), bahwa 132,7 juta masyarakatindonesia telah terhubung dengan internet[1]. Dibawah ini, disajikan grafik pengguna internet di indonesia (survei APJII 2016[1])

Gambar 1. Penetrasi Pengguna Internet di Indonesia
Gambar 1. Penetrasi Pengguna Internet di Indonesia
Gambar 2. Komposisi Pengguna Internet berdasarkan Usia
Gambar 2. Komposisi Pengguna Internet berdasarkan Usia

Penggunaindonesia saat ini tidak hanya melakukan kegiatan internet dalam bentuk komunikasi media sosial, namun merambah kedalam bidang lainnya seperti perdagangan elektronik, e-banking, mobile banking. Kegiatan-kegiatan sepertiini tanpa disadari rentan dengan serangan-serangan yang merugikan pengguna itusendiri, seperti pencurian data pribadi, pencurian uang maupuntindakan-tindakan yang merugikan lainnya. Namun tingkat kesadaran pengguna internet maupun penyedia konten terhadap keamanan komputer masih cukup lemah.

Gambar 3 Perilaku Pengguna Internet di Indonesia
Gambar 3 Perilaku Pengguna Internet di Indonesia

Daridata yang disajikan diatas, 63,5% pengguna internet di indonesia pernah melakukan transaksi online. Hal ini sebenarnya menjadi peluang bagi setiap pihak untuk mengembangkan usaha berbasis internet. Namun, kemajuan ini juga memiliki dampak yang membahayakan bagi pengguna internet. Mari kita berandai-andai sejenak, potensi kerugian material yang bisa timbul darikegiatan transaksi elektronik tanpa disertai keamanan yang memadai. Sebagai contoh,terdapat 3 juta orang di indonesia yang saling melakukan transaksi elektronik setiap harinya. Transaksi elektronik ini mencakup perdagangan elektronik maupun kegiatan e-banking. Setiap transaksi elektronik ini memiliki nominal Rp.100.000,- . Apabila didalam kegiatan transaksi elektronik ini, 1 juta orangyang saling melakukan transaksi elektronik telah mengalami kerugian akibat keamanan yang tidak memadai sebesar Rp. 10.000,- maka jumlah kerugian di tiap harinya adalah Rp. 10.000,- x 1.000.000 orang = Rp. 10.000.000.000,- berarti tiap hari, ada potensi kerugian 10 Milyar Rupiah.

ilustrasi diatas masih contoh sederhana, hal ini belum termasuk dengan penjualan data-data pribadi kita tanpa kita sadari. Masih banyak pihak yang menganggap sepele mengenai data pribadi yang mereka daftarkan pada suatu website tertentu.Padahal, penjualan data-data pribadi tanpa ijin dari pihak yang bersangkutan sudah merupakan kerugian tersendiri bagi pihak tersebut. Mulai dari sekarang, mari kita sadari bahaya yang ada di sekitar kita sehingga kita bisa terhindar dari segala tindakan yang merugikan kita

Salam Sukses — Tomoyud Waruwu.

Sumber

[1] APJII. 2016. Penetrasi & Perilaku Pengguna Internet di Indonesia.[2] Banyumurti, I. 2016. Internet Indonesia dalam Angka, kumpulan data statistik tentang internet indonesia. [3]http://tekno.kompas.com/read/2016/10/24/15064727/2016.pengguna.internet.di.indonesia.capai.132.juta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *